Cara Pengolahan Limbah Berbahaya

Limbah adalah suatu barang yang sudah tidak digunakan karena nilai fungsinya menurun atau bahkan sudah tidak memiliki fungsi lagi. Dengan konsentrasi dan kualitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan, sehingga perlu dilakukan penanggunalangan terhadap limbah.

Dalam pengolahannya, setiap badan usaha atau rumah tangga dapat menerapkan konsep ekoefisiensi yang meliputi :
  1. Reduce, yaitu upaya mengurangi limbah yang dihasilkan dengan cara meminimumkan penggunaan bahan bakar air dan energi per unit produksi.
  2. Recycle, yaitu upaya mengurangi limbah dengan cara menggunakan kembali limbah yang dihasilkan.
  3. Reuse, yaitu upaya mengurangi limbah dengan cara menggunakan kembali limbah yang dihasilkan.

 

Pengolahan limbah cair


Ada tiga metode pengolahan limbah cair yaitu pengolahan secara fisika, pengolahan secara kimia, dan pengolahan secara biologi.
 

Pengolahan limbah cair secara fisika


Pengolahan secara fisika dilakukan dengan penyaringan (screening) untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan.
 

Pengolahan limbah cair secara kimia


Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan.
 

Pengolahan limbah cair secara biologi


Prinsip dasar pengolahan limbah secara biologi adalah dengan cara memanfaatkan berbagai mikroorganisme tertentu untuk mendegradasi atau mengurangi bahan-bahan tersebut. Mikroorganisme yang dipakai dalam pengolahan ini adalah berbagai jenis alga, protozoa, dan bakteri.

 

Pengolahan limbah padat


Limbah-limbah padat, seperti kertas, plastik, dan sayuran dapat diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat. Misalnya, plastik dapat didaur ulang menjadi beberapa keperluan pengepakan, seperti dibuat menjadi tas, botol oli, botol shampo atau wadah untuk makanan. Limbah sayuran dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos dengan bantuan bakteri.
 

Pengolahan limbah gas


Limbah-limbah gas seperti CO, CO2, SO2, NO2, dan CFC dapat dikurangi dengan cara menghindari dan mengurangi penggunaan alat-alat yang menghasilkan senyawa tersebut. Sekarang ini telah disosialisasikan tentang kendaraan berbahan bakar biodiesel yang ramah lingkungan. Lemari es yang tidak menggunakan CFC dalam mesinnya juga dapat mencegah pencemaran. Sedangkan untuk industri diwajibkan memiliki alat-alat pembuangan asap yang memenuhi standar emisi yang berlaku.

 

Pengolahan limban bahan berbahaya dan beracun (B3)


Limbah B3 adalah bahan-bahan yang mengandung krom, hidrogen peroksida, asam sulfat, merkuri, dan raksa. Limbah disebut berbahaya dan beracun karena sifat dan konsentrasinya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup dan dapat membahayakan kesehatan manusia.
 
Industri-industri yang menggunakan bahan-bahan berbahaya dan beracun diwajibkan memiliki sistem dan sarana pengolahan limbah B3. Pengolahan limbah B3 dilakukan secara fisika, kimia, dan biologi untuk mengubah karakteristik dan komposisi limbah B3 menjadi limbah yang tidak berbahaya dan beracun.

cara pengolahan limbah berbahaya

 
Demikianlah penjelasan mengenai cara untuk mengolah limbah yang berbahaya sehingga nantinya tidak akan membahayakan lingkungan hidup dan ekosistem kita. Semoga tulisan ini bermanfaat.