Jenis-Jenis Virus

Ada banyak jenis-jenis virus, antara lain virus influenza, virus herpes, cacar air, polio, ebola, HIV dan yang saat ini menjadi isu paling hangat adalah virus zika yang menyebabkan menyusutnya volume otak pada bayi.
Secara umum, jenis-jenis virus dapat diklasifikasikan berdasarkan molekul penyusun asam nukleatnya, ada tidaknya ruang selubung virus, dan tempat hidupnya.
 
Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis virus. 

Jenis-jenis virus berdasarkan molekul penyusun asam nukleat


Berdasarkan molekul penyusun asam nukleatnya, virus dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
  1. Virus DNA pita tunggal (DNA ss), virus ini merupakan virus yang tersusun dari asam nukleat yang berupa DNA pita tunggal. Virus DNA pita tunggal umumnya  hidup sebagai parasit pada hewan. Misalnya virus yang berhubungan dengan cacar.
  2. Virus DNA pita ganda (DNA ds), virus ini tersusun atas asam nukleat yang berupa DNA berantai ganda terpilin (double helix). Virus DNA pita ganda juga hidup parasit pada hewan. Contohnya virus  herpes, virus influenza, virus belek, virus kutil dan virus yang menyebabkan kanker.
  3. Virus RNA pita tunggal (RNA ss), virus ini merupakan virus yang tersusun dari asam nukleat yang berupa RNA pita tunggal.
  4. Virus RNA pita ganda (RNA ds), virus ini merupakan virus yang tersusun dari asam nukleat yang berupa RNA pita ganda.
Untuk virus RNA, baik yang berpita tunggal maupun pita ganda, semuanya harus berpilin. Virus ini ada yang hidup parasit pada hewan, ada pula yang hidup parasit pada tumbuhan. Contoh virus RNA adalah virus polio, HIV, dan TMV (Tobacco Mozaic Virus).

 

Jenis-jenis virus berdasarkan ada tidaknya selubung virus


Berdasarkkan ada tidaknya selubung virus, virus dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
  1. Virus yang memiliki selubung (enveloped virus), virus ini memiliki nukleokapsid yang dibungkus oleh membran dari lipid dan protein. Contohnya orthomuxovirus, herpervirus, dan coronavirus.
  2. Virus yang tidak memiliki selubung, virus ini hanya memiliki kapsid yang melindungi bagian pusat (asam nukleat) saja. Contoh virus ini adalah Papovirus, Reovirus, dan Adenovirus.

Jenis-jenis virus berdasarkan tempat hidupnya


Berdasarkan tempat hidupnya, jenis-jenis virus terbagi menjadi 3 macam, yaitu :
 
jenis-jenis virus


1.    Virus bakteri (bakteriofage)
 
Semua bakteri mengandung virus, virus yang menginfeksi bakteri ini disebut bakteriofage. Bakteriofage merupakan virus yang bagiannya  lebih lengkap jika dibandingkan dengan virus yang lain. Struktur tubuh bakteriofage tersusun dari tiga bagian, yaitu kepala, ekor, dan serabut ekor. Bakteriofage mula-mula ditemukan oleh ilmuwan berkebangsaan Perancis bernama D’Herelle. Contoh bakteriofage adalah Echerichia coli.
 

2.    Virus hewan
 
Virus hewan adalah virus yang parasit pada sel hewan. Bahan genetik virus hewan dapat berupa DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Penularan virus ini dapat melalui kontak langsung atau melalui hewan perantara, seperti serangga. Untuk kepentingan penelitian, virus hewan dapat diperbanyak dengan cara kultur jaringan di laboratorium. Media yang digunakan biasanya berupa hewan percobaan atau telur ayam yang sudah dierami. Contoh virus hewan adalah virus influenza, virus poliomylitis, dan virus vaccina.
 

3.    Virus tumbuhan
 
Virus tumbuhan adalah virus yang menjadi parasit pada tumbuhan. Bahan genetik virus tumbuhan adalah  RNA. Virus ini dapat menyerang sel inang melalui dua cara, yaitu memasuki bagian dalam sel secara aktif dan memasuki bagian dalam sel ketika sel inang cedera. Contoh virus tumbuhan adalah Tobacco Mozaic Virus (TMV) dan Beet Yellow Virus (BYV).
 
Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis virus. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.