Protista Mirip Hewan 2 : Flagellata dan Sporozoa

Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan mengenai Protista mirip hewan lainnya, yaitu Rhizopoda dan Ciliata. Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai Flagelleta dan Sporozoa yang merupakan protista mirip hewan lainnya.

 

Flagellata atau Mastigophora, Protista Mirip Hewan yang Bercambuk


Flagellata dibedakan menjadi 2, yaitu fitoflagellata dan zooflagellata. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai kedua jenis flagellata tersebut.

 

Fitoflagellata


Flagellata jenis ini dapat melakukan fotosintesis karena memiliki kromatofora. Fitoflagellata mencerna makanannya  dengan berbagai cara, antara lain dengan menelan lalu mencerna makanannya di dalam tubuh (holozik), membuat sendiri makanannya (holofitrik), atau mencerna organisme yang sudah mati (saprofitik). 

Habitat Fitoflagellata adalah di perairan yang bersih dan di perairan yang kotor. Fitoflagellata bergerak menggunakan flagella.
 
Tubuh Fitoflagellata diselubungi oleh membran sel selulosa, misalnya Volvox. Adapula yang memiliki lapisa pelikel, misalnya pada Euglena. Pelikel adalah lapisan luar yang terbentuk dari selaput plasma yang mengandung protein.
 
Reproduksi pada Fitoflagellata ada dua macam, yaitu secara konjugasi dan secara aseksual dengan membelah diri
 
Fitoflagellata dapat diklasifikasikan menjadi 3 kelas, yaitu Euglenoida, Dinoflagellata, dan Volvocida.
 
Tubuh euglenoida ini menyerupai gelondong. Pada umumnya, tubuh tersebut dipenuhi oleh pelikel salah satu contohnya adalah Euglena viridis. Ukuran tubuh Euglena viridis antara 35-60 mikron. Ujung tubuhnya meruncing dengan satu bulu cambuk.
 
Contoh Dinoflagellata adalah Noctiluca miliaris, Cretium, dan Gymnodinium. Noclituca miliaris umumnya hidup di air laut.
 
Volvocida umumnya memiliki bentuk tubuh bulat. Contoh volvocida adalah volvox globator.

 
Protista Mirip Hewan 2 : Flagellata dan Sporozoa

Zooflagellata


Zooflagellata tidak memiliki kloroplas dan menyerupai hewan. Habitat hewan ini pada umumnya adalah parasit, tetapi ada juga yang hidup bebas.
 
Bentuk tubuh protozoa jenis ini mirip dengan leher porifera. Zooflagellata mempunyai flagella yang berfungsi untuk menghasilkan aliran air dengan menggoyangkan flagella. Selain itu, flagella ini berfungsi sebagai alat gerak.
 
Reproduksi aseksual zooflagellata dilakukan dengan pembelahan sel biner secara longitudinal, sedangkan reproduksi seksualnya belum banyak diketahui.
 
Zooflagellata diklasifikasikan atas beberapa kelompok, yaitu Trypanosoma dan Leishmania.
 
Protozoa yang tergolong dalam Trypanosoma memiliki ciri bentuk tubuh yang pipih dan panjang, seperti daun. Pada umumnya, jenis ini parasit pada darah vertebrata dan tidak membentuk kista. Jenis-jenis Trypanosoma antara lain :
  1. Trypanosome lewisi, hidup pada tikus, hospes perantaranya adalah kutu tikus.
  2. Trypanosome evansi, penyebab penyakit sura atau malas pada ternak, hospes perantaranya antara lain lalat tse-tse.
  3. Trypanosoma gambiense dan Trypanosoma Rhodesiensis, penyebab penyakit tidur pada manusia.
  4. Trypanosoma cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil)
Leishmania merupakan makhluk hidup penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah. Jenis-jenis Leishmania adalah sebagai berikut :
  1. Leishmania donovani, penyebab penyakit kala azar yang ditandai dengan demam dan anemia. Protozoa jenis ini banyak terdapat di Mesir, sekitar laut tengah, dan India.
  2. Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit yang dikenal dengan nama penyakit oriental sore. Protozoa jenis ini terdapat di Asia (daerah Mediterania) dan sebagian Afrika Selatan.
  3. Leishmania brasiliensis, penyebab penyakit kulit. Protozoa jenis ini banyak terdapat  di Meksiko dan Amerika Tengah.

 

Sporozoa, Protista Mirip Hewan  yang Menghasilkan Spora


Makhluk hidup yang termasuk sporozoa tidak memiliki alat gerak. Mereka merupakan golongan protista yang mirip jamur. Hal itu disebabkan sporozoa mampu membentuk spora yang dapat menginfeksi inangnya dan tidak memiliki alat khusus. Sporozoa hidup sebagai parasit. Respirasi dan ekskresinya terjadi secara difusi.
 
Struktur tubuh sporozoa antara lain :
  1. Tubuhnya berbentuk bulat panjang.
  2. Ukuran tubuhnya hanya beberapa mikron, tetapi di dalam usus manusia atau hewan dapat mencapai 10 mm.
  3. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan di bagian anterior kadang-kadang terdapat kait pengikat atau filamen sederhana untuk melekatkan diri pada inang.
Reproduksi sporozoa secara aseksual dengan menggunakan sporogoni dan spizogoni. Spizogoni adalah pembelahan diri yang berlangsung di dalam tubuh inang tetap, sedangkan sporogoni adalah pembentukan spora yang terjadi pada inang sementara (hospes intermediet).
 
Produksi secara seksual melalui gamet (mikro gamet adalah gamet jantan dan makro gamet adalah gamet betina) yang berlangsung di dalam tubuh nyamuk.
 
Contoh sporozoa adalah Plosmodium. Berikut ini adalah jenis-jenis plosmodium :
  1. Plosmodium falsivarum, masa sporulasinya tidak jelas, antara 1-3 kali 24 jam, penyebab penyakit malaria tropikana.
  2. Plosmodium vivax, masa sporulasinya setiap 2 kali 24 jam, penyebab penyakit malaria tertiana.
  3. Plosmodium malariae, masa sporulasinya 3 kali 24 jam, penyebab penyakit malaria kuartana
  4. Plosmodium ovale, penyebab penyakit limpa, masa sporulasinya setiap 48 jam. Plosmodium jenis ini tidak terdapat di Indonesia.

Demikianlah penjelasan mengena Flagelleta dan Sporozoa yang merupakan protista mirip hewan. Semoga tulisan ini memiliki banyak manfaat.